Menarik diri.

Farha A
Jun 4, 2022

--

“Ayo ketemu!”

“Maaf, nggak bisa dulu ya”

Begitulah jawaban yang sering kuberikan saat tiba saatnya perasaan terburuk itu datang.

Beralasan tidak ingin memberikan kesan yang negatif saat bertemu, tanpa sadar mulai merasa sepi, dan berpikir aku hanya sendiri.

Terhanyut dalam perasaan buruk, menantikan seseorang menyelamatkan keterpurukan.

Lalu aku tersadar, mendengar suara berisik di depan pintu. Mereka mengetuk dan memanggil namaku, menunggu aku membukakan pintu.

“Kemana aja? kok lama banget bukanya?”

“Cuma disini. Kalian udah daritadi nunggu?”

“Dari 2 bulan yang lalu.”

Sign up to discover human stories that deepen your understanding of the world.

Free

Distraction-free reading. No ads.

Organize your knowledge with lists and highlights.

Tell your story. Find your audience.

Membership

Read member-only stories

Support writers you read most

Earn money for your writing

Listen to audio narrations

Read offline with the Medium app

--

--

Farha A
Farha A

Written by Farha A

0 Followers

When you have never made ​​a mistake, it means you have not tried anything.

No responses yet

Write a response